GUSTANI.ID - Transformasi PT Bank Aceh Syariah sebagai bank devisa yang mengembangkan layanan transaksi valuta asing membutuhkan kesiapan yang tidak hanya berada pada sisi bisnis dan operasional, tetapi juga pada aspek akuntansi, pelaporan keuangan, pengendalian transaksi, serta pemahaman regulasi valuta asing.
Sebagai bagian dari penguatan kompetensi tersebut, G-Consulting by PT Growup Consulting Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Akuntansi Transaksi Valuta Asing untuk PT Bank Aceh Syariah pada tanggal 12–14 Agustus 2026 di Ashley Hotel Wahid Hasyim, Jakarta.
Pelatihan berlangsung selama tiga hari dengan pendekatan yang mengombinasikan pemahaman konseptual, aspek regulasi, proses bisnis, perlakuan akuntansi, hingga pembahasan berbagai produk valuta asing yang relevan bagi operasional bank syariah.
.
Mengapa Akuntansi Valuta Asing Menjadi Penting bagi Bank Syariah?
Aktivitas valuta asing memiliki karakteristik yang relatif kompleks karena setiap transaksi tidak hanya berkaitan dengan nominal dalam mata uang asing, tetapi juga melibatkan kurs, revaluasi, selisih kurs, settlement, rekening nostro dan vostro, Posisi Devisa Neto, hingga penyajian dalam laporan keuangan dan laporan regulator.
Karena itu, pengembangan bisnis sebagai bank devisa perlu didukung oleh sistem akuntansi dan sumber daya manusia yang mampu memahami transaksi valuta asing secara end-to-end, mulai dari front office sampai dengan pencatatan dan pelaporan.
Program pelatihan ini dirancang agar peserta memperoleh gambaran menyeluruh mengenai hubungan antara proses bisnis, sistem operasional, akuntansi, serta kebutuhan pelaporan transaksi valuta asing.
Hari Pertama: Fondasi Bank Devisa dan Akuntansi Valuta Asing
Pelatihan hari pertama, 12 Agustus 2026, menghadirkan Ateng Suhaeni, SE.Ak.CA. MM sebagai pemateri. Pembahasan dimulai dengan gambaran umum mengenai bank devisa syariah, ruang lingkup kegiatan usaha, serta regulasi yang berkaitan dengan aktivitas valuta asing.
Peserta kemudian mendalami konsep akuntansi valuta asing berdasarkan PSAK 221, antara lain mengenai:
mata uang fungsional;
pos moneter dan nonmoneter;
pengakuan awal transaksi valuta asing;
revaluasi;
pengakuan selisih kurs.
Pembahasan dilanjutkan dengan pemetaan alur proses transaksi valuta asing, yang mencakup front office, middle office, back office, settlement, accounting, reconciliation, dan reporting. Peserta juga mendiskusikan desain Chart of Accounts (COA), rekening kontrol, rekening administratif, serta mapping antara original currency dan equivalent rupiah.
Materi tersebut menjadi fondasi penting karena desain akuntansi valuta asing harus mampu menjembatani transaksi yang dilakukan unit bisnis dengan proses settlement, rekonsiliasi, pencatatan, serta penyajian laporan keuangan.
Hari Kedua: Akuntansi Produk Valuta Asing
Pada hari kedua, 13 Agustus 2026, pelatihan disampaikan oleh Imung Ma’mun Halim dengan fokus pada implementasi akuntansi berbagai produk valuta asing.
Pembahasan diawali dengan akuntansi bank notes dan transaksi jual beli valuta asing, termasuk pendapatan spread, revaluasi kas, serta rekonsiliasi fisik.
Materi kemudian dilanjutkan dengan akuntansi Dana Pihak Ketiga (DPK) dalam valuta asing, mencakup giro, tabungan, deposito, bagi hasil, bonus, biaya, serta revaluasi.
Salah satu pembahasan penting lainnya adalah akuntansi pembiayaan valuta asing, mulai dari pencairan, pembayaran angsuran, pengakuan pendapatan, revaluasi, restrukturisasi, hingga penurunan nilai.
Pada sesi berikutnya, peserta mendalami transaksi Letter of Credit (L/C) impor dan ekspor syariah serta trade finance, termasuk penggunaan rekening administratif, akseptasi, reimbursement, dan settlement melalui rekening nostro.
Pembahasan berbasis produk ini penting agar peserta tidak hanya memahami teori kurs dan valuta asing, tetapi juga mampu melihat bagaimana suatu produk diterjemahkan menjadi alur jurnal, rekening yang digunakan, settlement, hingga laporan keuangan.
Hari Ketiga: Treasury, Nostro-Vostro, Posisi Devisa Neto, dan Pelaporan
Hari ketiga, 14 Agustus 2026, dibawakan bersama oleh Ateng Suhaeni, SE.Ak.CA. MM dan Imung Ma’mun Halim.
Materi hari terakhir difokuskan pada transaksi treasury valuta asing, antara lain:
penempatan antarbank;
transaksi tunai;
transaksi spot;
lindung nilai syariah;
rekening nostro dan vostro;
rekonsiliasi dan settlement;
Posisi Devisa Neto; dan
pengendalian posisi valuta asing.
Pembahasan kemudian diarahkan pada proses closing serta penyajian transaksi valuta asing dalam laporan keuangan bulanan dan laporan regulator. Pelatihan ditutup dengan pembahasan penyajian dan pengungkapan dalam laporan keuangan tahunan, studi kasus terpadu, post-test, dan evaluasi.
Dengan demikian, rangkaian pelatihan tidak berhenti pada pencatatan transaksi individual, tetapi sampai pada bagaimana keseluruhan transaksi tersebut dikonsolidasikan dalam proses closing dan menghasilkan informasi keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Menghubungkan Bisnis, Operasional, dan Akuntansi
Salah satu tantangan utama implementasi produk valuta asing di bank adalah memastikan terdapat keselarasan antara produk, SOP operasional, core banking system, treasury system, settlement, COA, jurnal akuntansi, serta pelaporan regulator dan laporan keuangan.
Kesalahan desain pada salah satu bagian dapat berdampak pada proses rekonsiliasi, pencatatan selisih kurs, posisi rekening nostro, hingga penyajian laporan keuangan.
Karena itu, pelatihan akuntansi valuta asing idealnya tidak hanya membahas “jurnal debit dan kredit”, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai arsitektur proses bisnis transaksi valuta asing secara menyeluruh.
Pendekatan inilah yang digunakan dalam pelatihan PT Bank Aceh Syariah: peserta diajak menghubungkan transaksi yang terjadi di unit bisnis dengan proses settlement, accounting treatment, reconciliation, hingga financial reporting.
Penguatan Kompetensi SDM sebagai Bagian dari Kesiapan Bank Devisa
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang semakin komprehensif mengenai akuntansi transaksi valuta asing pada bank syariah, baik pada level konsep maupun implementasi operasionalnya.
G-Consulting: Training dan Consulting untuk Industri Keuangan Syariah
G-Consulting by PT Growup Consulting Indonesia menyediakan layanan pelatihan dan konsultasi yang dirancang secara spesifik sesuai kebutuhan lembaga keuangan, khususnya pada bidang akuntansi, keuangan, perbankan syariah, implementasi standar akuntansi, serta penguatan kebijakan dan sistem operasional.
Program dapat dikembangkan dalam format in-house training, workshop, technical assistance maupun pendampingan implementasi, dengan materi yang disesuaikan dengan karakteristik produk, kebutuhan institusi, serta tingkat kompetensi peserta.
Bagi bank dan lembaga keuangan yang sedang mempersiapkan pengembangan bisnis valuta asing atau membutuhkan penguatan kompetensi di bidang Akuntansi Valuta Asing, PSAK 221, Treasury, Trade Finance, Bank Notes, DPK Valas, Pembiayaan Valas, Nostro-Vostro, Posisi Devisa Neto, hingga Financial Reporting, program pelatihan dapat dirancang secara khusus sesuai kebutuhan institusi.
Butuh pelatihan atau pendampingan di bidang akuntansi dan keuangan syariah?
Silakan menghubungi G-Consulting by PT Growup Consulting Indonesia untuk mendiskusikan kebutuhan training, workshop, maupun consulting bagi institusi Anda. Kontak 082357909050 (Gustani)














